Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penyebaran hoaks di media sosial, terutama di kalangan remaja, yang mengancam kualitas informasi dan pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran literasi digital dalam mengedukasi siswa SMA agar mampu menangkal penyebaran hoaks di media sosial. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai literatur terkait literasi digital, edukasi, dan hoaks, yang kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tren dan kesenjangan dalam literatur. Sampel penelitian meliputi jurnal akademik, buku, dan artikel-artikel relevan yang diterbitkan dalam rentang waktu tertentu. Instrumen pengumpulan data berupa panduan untuk mencatat informasi kunci dari setiap sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, khususnya kemampuan berpikir kritis, sangat penting untuk melawan penyebaran hoaks. Pendidikan literasi digital yang efektif harus diintegrasikan di sekolah dan keluarga, mencakup pendidikan karakter dan keterampilan verifikasi informasi. Orang tua perlu berperan aktif membimbing anak dalam menggunakan internet. Kesimpulannya, literasi digital kritis merupakan kunci dalam menangkal hoaks dan membentuk karakter generasi muda. Integrasi pendidikan literasi digital di sekolah dan keluarga sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
Copyrights © 2024