Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keterlambatan berbicara pada anak yang dapat mengidentifikasi faktor penyebab dan memperkuat dukungan keluarga dalam mengatasi masalah perkembangan berbicara pada anak. Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif merupakan suatu metode untuk menjabarkan atau menggambarkan fakta, data, informasi, dan objek penelitian dengan terstruktur dan sesuai dengan kondisi situasi pada saat itu. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data pendekatan kualitatif yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Secara umum faktor yang menyebabkan keterlambatan berbicara pada anak yaitu faktor genetik dan lingkungan. Sesuai dengan keadaan AR, penyebab dari keterlambatan berbicara dikarenakan faktor lingkungan. Berdasarkan pengakuan Ibu AR, anaknya dititipkan kepada neneknya ketika ia dan suaminya bekerja di siang hari. Keterlambatan berbicara dapat berdampak pada kesulitan berkomunikasi dan sulit mengatur emosi. Menurut orang tua AR, AR memiliki emosi yang tidak stabil karena ia masih belum mampu mengekspresikan apa yang dia inginkan dengan baik. Orang tua dapat membantu anak mengatasi keterlambatan berbicara dan mengembangkan keterampilan komunikasi yang penting dengan memberikan perhatian, motivasi, dan dukungan yang tepat. Peran orang tua AR membuahkan hasil ditandai dengan kondisi AR yang jauh lebih baik dan sudah memiliki teman di sekolah maupun di rumah.
Copyrights © 2024