Kemampuan representasi matematika berkaitan dengan cara peserta didik dalam mengungkapkan ide dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Dalam mata kuliah kalkulus banyak, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan ini agar lebih mudah menyelesaikan soal yang memiliki tingkat kesulitan dalam memahami soal. Pendekatan pembelajaran matematika berbasis situasi atau Situation Based Learning dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan representasi matematika. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen pada mahasiswa program studi Pendidikan matematika Universitas Indraprasta PGRI semester 6 tahun ajaran 2022/2023. Sampel penelitian ini sebanyak 70 mahasiswa yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas R6A yang diajarkan dengan pembelajaran berbasis situasi atau Situation based Learning dan kelas R6B yang diajarkan dengan pembelajaran ekspositori. Data kemampuan representasi yang diperoleh dengan memberikan soal tes uraian sebanyak 5 soal yang telah divalidasi akan dilakukan uji persyaratan data yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Selanjutnya data diuji hipotesis dengan uji-t. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kemampuan representasi matematika antara kelas yang diajarkan dengan pembelajaran Situation Based Learning dan kelas yang tidak diajarkan dengan pembelajaran Situation Based Learning
Copyrights © 2024