ABSTRAK Penyakit ISPA pada balita masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Pada tahun 2021, balita yang mengalami ISPA di Korong Medan Baik sebanyak 9,3% dan pada tahun 2022 terjadi peningkatan kejadian ISPA pada balita menjadi 14,3%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain crosss sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kambar Korong Medan Baik Kabupaten Padang Pariaman. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 balita dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebanyak 54,5% balita mengalami ISPA, sebanyak 84,1% responden tidak melakukan pemberian ASI Eklusif kepada balitanya, sebanyak 88,6% responden memiliki ventilasi kamar yang tidak memenuhi syarat, dan sebanyak 86,4% responden memiliki kebiasaan merokok dalam rumah. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan pemberian ASI Eklusif (p-value = 0,015), ventilasi kamar (p-value = 0,003) dan kebiasaan merokok dalam rumah (p-value = 0,002) dengan ISPA pada balita. Disarankan untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu dan keluarga mengenai ISPA, pentingnya pemberian ASI eksklusif, perbaikan ventilasi rumah, serta mengedukasi masyarakat tentang bahaya merokok di dalam rumah untuk mencegah ISPA pada balita
Copyrights © 2024