Salah satu tantangan gizi yang dihadapi oleh negara-negara berkembang, khususnya Indonesia adalah masalah stunting. Stunting pada anak mencakup faktor langsung dan tidak langsung seperti asupan gizi balita, penyakit infeksi dan ibu yang mengalami kekurangan nutrisi selama kehamilan. Dalam upaya pencegahan stunting, dilakukan penyuluhan atau pemberian edukasi mengenai gizi makanan. Penelitian ini bertujuan sebagai upaya pencegahan stunting pada balita dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal. Metode sosialisasi menggunakan pendekatan ABCD (Pengembangan Komunitas Berbasis Aset) yang berguna untuk mengukur pengaruh edukasi terhadap pengetahuan masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan para ibu mengalami peningkatan hingga 30% setelah dilakukan sosialisasi. Program ini juga membuka peluang ekonomi lokal dengan pengembangan produk pangan berbasis daun kelor.
Copyrights © 2024