Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata letak fasilitas workshop veneer kayu guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko kesehatan operator. Laminated Veneer Lumber (LVL) dipilih sebagai fokus karena keunggulan kekuatan dan ketahanannya. Namun, proses produksi LVL menghasilkan limbah berbahaya, serta jarak antar fasilitas yang terlalu jauh mengakibatkan pemborosan energi operator dan mempengaruhi kesehatan pekerja. Salah satu urgensi perbaikan tata letak adalah kemampuannya mereduksi jarak perpindahan untuk large component product serta desain layout yang memisahkan proses pengecatan dari ruang perakitan, guna menghindari paparan zat kimia berbahaya pada operator lain. Evaluasi ergonomi dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk menilai risiko musculoskeletal disorders (MSD's) pada operator. Observasi dan wawancara lapangan mengidentifikasi masalah tata letak, yang dianalisis menggunakan Activity Relationship Chart (ARC) dan Standard Weighted Sum Method (SWS). Hasil pengukuran menunjukkan jarak perpindahan awal antar fasilitas sebesar 94,5 meter. Dengan implementasi layout alternatif, jarak tersebut berkurang menjadi 51,8 meter untuk Alternatif 1 dan 52,8 meter untuk Alternatif 2, yang menghasilkan pengurangan jarak tempuh hingga 45,2%. Layout Alternatif 2, dengan skor tertinggi 242,7 dalam SWS, terbukti lebih unggul dalam mereduksi jarak perpindahan komponen besar dan mengurangi paparan zat kimia melalui pemisahan ruang pengecatan. Perbaikan tata letak ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, keselamatan, dan kenyamanan kerja operator.
Copyrights © 2024