Terbaginya kelompok pergerakan politik pada masyarakat Minangkabau era kolonial secara garis besar dapat dirangkum dengan lahirnya organisasi-organsiasi dengan berbagai ideologi. Menyadari adanya fenomena tersebut, maka dibentuklah Sarikat Combinatie Minangkabau sebagai jembatan penghubung keragaman ini . Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana eksistensi Sarikat Combinatie Minangkabau. Pengumpulan sumber data penelitian dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Sumber utama penelitian ini penulis peroleh dari surat kabar masa penjajahan melalui situs Delpher. Analisis topik ini dimulai dengan pendekatan seajrah politik. Tahap akhir penelitian ini adalah historiografi yang disajikan dalam bentuk tulisan ilmiah sejarah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan perkumpulan ini adalah: memperkuat ikatan timbal balik antara berbagai perkumpulan pribumi murni dan juga antara pribumi, sehingga segala sesuatu yang dapat mengganggu ketentraman negara dan rakyat Minangkabau dapat ditangani dengan baik; membantu pemerintah dalam melaksanakan tugasnya dengan memberikan informasi tentang negara dan rakyat tersebut di atas; bekerja dengan berani dan bersatu demi kemajuan dan kemakmuran Minangkabau dan rakyat Minangkabau. Beberapa isu yang diperjuangkan oleh organisasi ini adalah memperjuangkan tanah ulayat Minangkabau yang kerap disalahgunakan oleh pemerintah; persoalan pemilihan umum dan hak pilih masyarakat Minangkabau; serta persoalan otonomi bagi Minangkabau, dimaksudkan tidak menginginkan “terpisah dari Belanda”, hanya persamaan kulit putih dan coklat serta penghapusan segala perbedaan.
Copyrights © 2024