Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Quarterlife crisis berdasarkan demografi pada Mahasiswa di Kota Makassar. Responden yang terlibat sebanyak 649 mahasiswa yang berusia 18-25. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa skala Quarterlife Crisis (a=0.945,n=41) yang dikembangkan berdasarkan teori quarterlife crisis oleh Robbins dan Wilner (2001). Data dianalisis menggunakan teknik uji komparatif. Temuan dari hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan tingkat quarterlife crisis berdasarkan variabel jenis kelamin (p=0.027), tingkat semester (p=0.028), dan relasi romantis (p=0.024). Sedangkan berdasarkan variabel status pekerjaan dan tempat tinggal, tidak ditemukan adanya perbedaan tingkat quarterlife crisis.
Copyrights © 2022