Artikel ini menganalisis puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan dekonstruksi. Penelitian ini berfokus pada pengungkapan lapisan-lapisan makna dalam puisi tersebut dengan mengkaji struktur, pilihan bahasa, dan dualisme antara alam dan emosi manusia. Dengan menyoroti personifikasi, ambiguitas, dan interaksi antara elemen-elemen tekstual, analisis ini mengungkap bagaimana puisi tersebut menyeimbangkan kesederhanaan dengan kedalaman filosofis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “Hujan Bulan Juni” menawarkan refleksi abadi tentang tema-tema universal seperti cinta, ingatan, dan waktu, yang disajikan melalui dialog puitis dengan alam. Relevansi puisi ini yang abadi menggarisbawahi posisinya sebagai salah satu pilar dalam sastra Indonesia modern.
Copyrights © 2025