Dalam kajian Al-Qur`an, orientalis seperti Goldziher (w. 1340 H/1921 M), Noeldeke (w. 1348 H/1930 M), dan Richard Bell (w. 1372 H/1952 M) seringkali menyebutkan jika Khalifah ‘Utsmân ibn Affan (w. 35 H/656 M) dan para sahabat melakukan upaya unifikasi (penyatuan) qirâ`ât Al-Qur`an dengan memberangus mushaf-mushaf sahabat dan membakukan satu mushaf resmi. Untuk membantah tudingan orientalis, penulis berupaya menghadirkan data berkaitan dengan eksistensi qirâ`ât pada mushaf-mushaf yang disalin panitia penyalin mushaf masa Khalifah ‘Utsmân ibn ‘Affan. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan pendekatan histori yang membahas kondisi mushaf awal Islam dan kaidah pada Rasm Utsmani dari Kitab Jâmi’ al-Bayân fî Ma’rifat Rasm Al-Qur`ân karya Ismâ’îl as-Sayyid al-Handawî yang mencakup pendapat Abu ‘Amr ad-Dânî dan Abû Dâwûd Sulaimân. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Khalifah ‘Utsmân ibn ‘Affân dan para sahabat tidak melakukan upaya penyatuan bacaan dibuktikan dari munculnya berbagai macam qirâ`ât di berbagai wilayah Islam. Meski pun Khalifah ‘Utsmân menetapkan mushaf resmi, Rasm Utsmani yang digunakan panitia menyalin Al-Qur`an dapat mengakomodir ragam bacaan Al-Qur`an. Hal tersebut menunjukkan bahwa Khalifah ‘Utsmân dan para sahabat bukan melakukan upaya unifikasi, namun justru melestarikan qirâ`ât, salah satunya melalui Rasm Utsmani.
Copyrights © 2024