Kemunculan konflik dan kekerasan di media sosial semakin meningkat seiring dengan pencarian pengakuan oleh individu di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar konflik dan kekerasan di media sosial menggunakan teori pengakuan Axel Honneth. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur terhadap pemikiran Honneth dan fenomena konflik di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya individu untuk mencari pengakuan dan validasi eksistensial di media sosial sering kali berujung pada komentar negatif, ujaran kebencian, dan kekerasan. Studi ini berkontribusi dalam memberikan perspektif alternatif untuk memahami dan mengatasi konflik dan kekerasan di media sosial melalui pendekatan teori pengakuan.
Copyrights © 2024