Fanwar umumnya terjadi pada kalangan penggemar K-Pop, media sosial yang biasanya digunakan untuk melakukan hal tersebut yaitu X (Twitter). Hal tersebut biasanya terjadi karena penggemar yang merasa marah dan kesal ketika melihat postingan yang menjelek-jelekkan idolanya. Pada saat terjadi fanwar, beberapa penggemar sering mengirimkan komentar yang merujuk pada tindakan agresi verbal kepada sesama penggemar K-Pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri terhadap perilaku agresi verbal pada penggemar K-Pop yang pernah melakukan fanwar di X (Twitter). Populasi pada penelitian ini yaitu penggemar K-Pop yang pernah mengaku terlibat fanwar di X (Twitter) yang berusia 18-40 Tahun. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain bersifat asosiatif kausalitas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu convenience sampling, mendapatkan sebanyak 100 partisipan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala adopsi Brief Self Control Scale (BSCS) versi De Ridder dan Verbal Aggressiveness Scale (VAS) oleh Infante dan Wigley. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini didapatkan hipotesis diterima, yang berarti ada pengaruh dengan nilai signifikansi 0,0270,05 dengan pengaruh sebesar 0,049 sehingga terdapat pengaruh kontrol diri terhadap agresi verbal pada penggemar K-Pop di X (Twitter) dengan pengaruh sebesar 4,9% dan 95,1% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.
Copyrights © 2024