Beragam Varietas Unggul Baru (VUB) padi telah dihasilkan oleh Kementerian Pertanian di wilayah sentra produksi padi, salah satunya di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Banyaknya VUB yang dihasilkan oleh pemerintah belum sepenuhnya diadopsi petani, diduga karena banyak informasi inovasi VUB yang tidak sampai ditingkat petani, oleh karena itu dibutuhkan saluran komunikasi interpersonal untuk disampaikan kepada petani, sehingga mempengaruhi pengetahuan, persuasif dan keputusan petani mengadopsi VUB. Tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat pemanfaatan saluran komunikasi interpersonal, menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan tingkat adopsi VUB padi, serta menganalisis efektivitas saluran komunikasi interpersonal dalam difusi VUB padi oleh petani di Kabupaten Serang. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pontang, Ciruas, Lebak Wangi pada bulan Agustus hingga Desember 2023. Penggalian data melalui wawancara dengan kuisioner kepada 98 petani. Analisis data secara deskriptif dan analisis jalur (Path analysis). Hasil analisis tingkat pemanfaatan saluran komunikasi interpersonal berdasarkan aksesisibilitas, intensitas, dan kredibilitas dinilai sedang dan cukup kredibel. Tingkat pengetahuan, sikap dan tingkat adopsi pada kategori sedang. Pemanfaatan saluran komunikasi interpersonal melalui sesama petani, kelompok tani, dan penyuluh pertanian efektif mendorong pembentukan sikap petani untuk mengadopsi VUB padi oleh petani di Kabupaten Serang. Penyebaran informasi untuk meningkatkan pengetahuan VUB padi petani dialirkan melalui demonstrasi plot yang dapat diamati, dianalisis dan dievaluasi langsung hasilnya oleh petani, serta perlu peran aktif penyuluh dalam menyediakan materi penyuluhan terkait VUB padi melalui media tercetak. Sinergitas pemerintah dan stakeholder penting dilakukan untuk menjamin ketersediaan VUB padi.
Copyrights © 2024