Indonesia dihadapkan pada tantangan krisis pangan di masa depan akibat peningkatan populasi, perubahan iklim, dan penurunan kesuburan tanah, dengan potensi solusi inovatif berupa konsep Smart Floating Farm (SFF) yang memanfaatkan teknologi piramid desalinasi dan sistem hidroponik untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan potensi laut Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor pendukung yang memungkinkan penerapan konsep SFF di Indonesia, menyusun rancangan konsep SFF berdasarkan hasil analisis faktor-faktor pendukung, serta menganalisis kelayakan implementasi berdasarkan strategi analisis SWOT. Metode penelitian menggunakan rancangan kualitatif melalui analisis deskriptif yang akan dikomparasi untuk dilihat perbandingan kelayakannya. Hasil menunjukkan, penerapan konsep Smart Floating Farm (SFF) di Indonesia didukung oleh dua faktor utama, yaitu pertumbuhan penduduk yang pesat yang menyebabkan peningkatan kebutuhan lahan pemukiman dan permintaan pangan yang terus meningkat. Meskipun harga pangan relatif terjangkau, adaptasi terhadap keberlanjutan masih diperlukan. Rancangan model SFF menggunakan teknologi desalinasi piramid yang dapat mengubah air laut menjadi air tawar, didesain dengan ukuran standar 200 x 70 x 70 meter dan diposisikan 100 meter dari titik pasang tertinggi. Rancangan ini mengintegrasikan budidaya tanaman hidroponik dan peternakan, yang dikendalikan melalui AI dan IoT untuk meningkatkan efisiensi produksi pangan. Kajian teoritis dan analisis SWOT menunjukkan bahwa konsep SFF layak direalisasikan, asalkan didukung oleh sistem manajemen terintegrasi yang mengacu pada pengembangan pertanian presisi.
Copyrights © 2024