Turunan selulosa banyak digunakan sebagai basis gel karena biokompatibilitasnya, viskositasnya yang bervariasi, dan kemampuannya dalam menyerap eksudat luka. Metolose 90SH-100 adalah salah satu turunan selulosa yang memiliki viskositas 100.000 cPs. Penelitian ini bertujuan memformulasi sediaan gel ekstrak ektanol herba pegagan (Centella asiatica L.) dengan menggunakan basis Metolose 90SH-100, menguji stabilitas fisik dan mengetahui efektivitasnya sebagai penyembuh luka terbuka pada tikus. Ekstrak etanol herba pegagan disiapkan dengan teknik maserasi. Formula gel ekstrak pegagan 5% dibuat dengan variasi konsentrasi Metolose 90SH-100 berturut-turut 4% (F1), 5% (F2), dan 6% (F3). Evaluasi fisiki meliputi organoleptik, pH, viskositas, dan daya sebar. Formula terbaik diuji stabilitas fisiknya selama 28 hari dan efektivitasnya sebagai penyembuh luka terbuka pada tikus. Gel ekstrak etanol herba pegagan 5% dengan konsentrasi Metolose 90SH-100 4% (F1) memiliki sifat fisik terbaik. Viskositas, pH dan daya sebar F1 stabil selama 28 hari penyimpanan pada suhu ruang dalam kondisi wadah tertutup. Hasil pengujian efektivitas penyembuh luka terbuka pada tikus menunjukkan kelompok uji (gel ekstrak etanol pegagan 5%) memiliki kecepatan penyembuhan luka terbuka lebih cepat daripada kelompok kontrol (basis gel) (P<0,05). Kecepatan penyembuhan luka kelompok uji setara dengan kelompok pembanding (povidone-iodine 10%) (P≥0,05).
Copyrights © 2022