Penelitian ini mengkaji dampak Belis mahal terhadap penundaan perkawinan dan praktik hidup bersama tanpa ikatan resmi dengan menggunakan perspektif Familiaris Consortio sebagai kerangka analisis. Dalam banyak budaya, Belis dianggap sebagai simbol status dan penghormatan, namun biaya yang tinggi sering kali memaksa pasangan untuk menunda perkawinan atau memilih hidup bersama tanpa ikatan resmi. Situasi ini berpotensi merusak struktur keluarga dan prinsip Gereja Katolik yang menempatkan perkawinan sebagai sakramen fundamental bagi kehidupan keluarga dan masyarakat. Familiaris Consortio menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang makna dan nilai perkawinan untuk membangun hubungan yang sah dan berkelanjutan. Penelitian ini juga mengungkapkan perlunya pendekatan pastoral yang lebih inklusif dan solutif dalam menghadapi tantangan budaya dan ekonomi yang memengaruhi institusi perkawinan. Selain itu, studi ini menawarkan wawasan bagi pembuat kebijakan dan komunitas religius untuk mendorong dialog yang lebih aktif antara tradisi budaya dan ajaran keagamaan. Dengan temuan ini, diharapkan dapat dikembangkan upaya untuk mengurangi jumlah pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan resmi, sekaligus memperkuat institusi perkawinan sebagai fondasi keluarga dan masyarakat.
Copyrights © 2025