Dete, Maria Erdila
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Kebijakan Gereja Lokal Meningkatkan Peran dan Tanggungjawab Katekis Membentuk Iman Umat Dete, Maria Erdila; Koerniantono, Marioes Eduardus Kakok
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i3.1861

Abstract

Pentingnya peran kebijakan gereja dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan iman masyarakat. Gereja harus terus memperbarui dan menyesuaikan kebijakannya untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan manusia. Gereja sebagai organisasi keagamaan mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membentuk dan memelihara iman umat. Katekis sebagai pemandu utama dalam pembelajaran agama memegang peranan sentral dalam proses ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kebijakan gereja lokal berkembang dari waktu ke waktu sehubungan dengan perubahan dalam pendidikan agama, peran katekis dalam pendidikan agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dengan membaca teks-teks atau buku, dan artikel di jurnal. Hasil penelitian menemunakan bahwa peran katekis juga telah berkembang dari model pedagogi otoritatif menjadi pendamping yang mendorong partisipasi aktif semua orang dalam proses belajar mengajar. Para katekis tidak hanya memberikan informasi tetapi juga mendorong pemikiran kritis dan refleksi, memfasilitasi dialog antargenerasi, budaya, serta menggunakan sumber daya digital untuk mendukung pembelajaran.
Dampak Belis Terhadap Penundaan Perkawinan Dan Hidup Bersama Tanpa Ikatan Resmi : Perspektif Familaris Consortio Dete, Maria Erdila; Odi, Martalian; Jawa, Genoveva; Meo, Yohanes Wilson B Lena
Rhizome : Jurnal Kajian Ilmu Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/rhizome.v5i1.2651

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak Belis mahal terhadap penundaan perkawinan dan praktik hidup bersama tanpa ikatan resmi dengan menggunakan perspektif Familiaris Consortio sebagai kerangka analisis. Dalam banyak budaya, Belis dianggap sebagai simbol status dan penghormatan, namun biaya yang tinggi sering kali memaksa pasangan untuk menunda perkawinan atau memilih hidup bersama tanpa ikatan resmi. Situasi ini berpotensi merusak struktur keluarga dan prinsip Gereja Katolik yang menempatkan perkawinan sebagai sakramen fundamental bagi kehidupan keluarga dan masyarakat. Familiaris Consortio menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang makna dan nilai perkawinan untuk membangun hubungan yang sah dan berkelanjutan. Penelitian ini juga mengungkapkan perlunya pendekatan pastoral yang lebih inklusif dan solutif dalam menghadapi tantangan budaya dan ekonomi yang memengaruhi institusi perkawinan. Selain itu, studi ini menawarkan wawasan bagi pembuat kebijakan dan komunitas religius untuk mendorong dialog yang lebih aktif antara tradisi budaya dan ajaran keagamaan. Dengan temuan ini, diharapkan dapat dikembangkan upaya untuk mengurangi jumlah pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan resmi, sekaligus memperkuat institusi perkawinan sebagai fondasi keluarga dan masyarakat.