Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penerapan Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Namun, implementasinya di lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag) masih menemui berbagai miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk meluruskan pemahaman dan implementasi P5 melalui pendampingan guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pamekasan. Metode pelaksanaan melibatkan koordinasi, pendampingan intensif, evaluasi, dan penyusunan luaran berupa artikel pengabdian. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa guru-guru MIN 1 Pamekasan mengalami peningkatan pemahaman tentang esensi P5 sebagai kegiatan berbasis projek yang berdiri sendiri, fleksibel, berfokus pada proses, dan tidak memerlukan biaya besar. Miskonsepsi yang umum ditemukan, seperti mengaitkan P5 dengan mata pelajaran, alokasi waktu yang kaku, dan fokus pada hasil akhir, berhasil diluruskan. Pendampingan berkelanjutan, kolaborasi antara guru, pemangku kepentingan, dan komunitas lokal, serta penguatan kapasitas guru melalui pelatihan menjadi kunci keberhasilan implementasi P5. Dengan demikian, P5 dapat menjadi instrumen efektif dalam membentuk siswa yang berkarakter, kreatif, dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Copyrights © 2024