Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis peserta didik yang menggunakan pembelajaran berdiferensiasi berbasis flipped classroom lebih baik dari pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siwa kelas VIII SMP Negeri 16 Purworejo. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Kelas yang digunakan sebagai sampel adalah kelas Kontrol dan Eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada dua yaitu dokumentasi dan tes, sedangkan analisis data pada penelitian ini adalah uji normalitas Lilliefors, uji homogenitas Barrett, dan uji hipotesis uji T dengan α = 0,05. Terlihat dari rata-rata nilai keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen memperoleh sebesar 83,133 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 75,344. Setelah dilakukan pengujian hipotesis dengan uji-t diperoleh thitung = 1,773 > 1,645 = ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik pada penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi berbasis flipped classroom lebih baik dari strategi pembelajaran berdiferendiasi karena peserta didik akan lebih banyak menghabiskan waktu disekolah untuk proses diskusi serta tanya jawab karena pada proses pendalaman materi dilakukan di rumah hal ini sangat berperan penting dalam melatih pola pikir peserta didik, kemudian pembelajaran yang diterapkan peneliti juga memanfaatkan teknologi yaitu google classroom dan internet yang menjadikan siswa akan mendapatkan materi dari berbagai referensi, teknologi menjadikan peserta didik dapat belajar kritis, mengembangkan keingitahuan dan mengeksplorasi ide baru.
Copyrights © 2024