Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence menimbulkan problematika baru berupa hilangnya etika mahasiswa saat memanfaatkan teknologi tersebut dalam penyusunan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau etika yang dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence saat penyusunan tugas. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data yang terkumpul diperoleh dari beberapa sumber relevan yang dianalisis untuk memperkuat informasi terkait dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat membantu mahasiswa mendapatkan informasi secara instan dan ringkas. Namun, AI juga berpotensi menimbulkan rasa malas, menurunnya tingkat literasi, hingga menyebabkan kecanduan teknologi yang dapat berujung pada plagiarisme. Problematika tersebut dapat diatasi dengan mulai menanamkan nilai moral dan etika kepenulisan yang sesuai dengan integritas akademik. Etika yang dapat diterapkan antara lain bersikap jujur, penuh tanggung jawab, dan menjunjung orisinalitas. Strategi parafrase juga penting untuk diterapkan guna meminimalkan risiko plagiasi dari AI sehingga mahasiswa dapat menghasilkan karya yang berkualitas dan terbebas dari plagiarisme. Dengan ini, AI dapat menjadi alat bantu yang bermanfaat dalam penyusunan tugas jika digunakan secara bijak dan beretika
Copyrights © 2024