Kadar asam urat tinggi atau disebut dengan hiperurisemia disebabkan kegagalan ginjal dalam mengontrol pembuangan asam urat. Hiperurisemia membentuk penimbunan kristal pada sendi sehingga menyebabkan rasa nyeri, bengkak serta kemerahan. Lansia cenderung mengalami masalah persendian seperti kaku dan nyeri sendi akibat dari hiperurisemia. Nyeri yang dirasakan pada lansia mengganggu aktivitas sehari-hari dan performa fisik sehingga terjadi keterbatasan gerak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hiperurisemia terhadap performa fisik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study untuk menganalisis kumpulan data variabel. Responden penelitian ini berjumlah 40 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur asam urat menggunakan GCU dengan strip uric acid, sedangkan pada performa fisik menggunakan Physical Performance Test (PPT). Penelitian ini menunjukkan nilai uji korelasi Spearman Rank menunjukkan hasil berupa angka negatif yakni -0,953 yang artinya bila kadar hiperurisemia meningkat maka performa fisik menurun dan hasil dari penelitian ini termasuk dalam kategori sangat kuat sehingga penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara hiperurisemia terhadap performa fisik pada lansia di Puskesmas Janti Kota Malang.
Copyrights © 2024