Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Potensi Nyeri Nosiseptif dan Neuropati Dengan Usia Kehamilan Pada Ibu Hamil Puspitasari, Widya; Multazam, Ali; Marufa, Siti Ainun
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i6.15462

Abstract

Perubahan fisiologis selama kehamilan dapat menyebabkan keluhan neurologi, seperti nyeri. Nyeri seringkali menjadi keluhan selama kehamilan. Nyeri nosiseptif dapat muncul karena stimulasi yang kuat dan singkat namun tidak menimbulkan kerusakan jaringan. Nyeri neuropati perifer adalah kondisi medis yang disebabkan kerusakan pada sistem saraf. Kerusakan ini mengakibatkan gangguan dalam transmisi sinyal antara sistem saraf pusat dan saraf tepi. Kompresi saraf merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan neuropati perifer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi nyeri nosiseptif dan nyeri neuropati perifer pada ibu hamil berdasarkan usia kehamilannya. Penelitian ini termasuk penelitian berbasis kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sebanyak 22 ibu hamil dari trimester I, II, dan III yang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Kuesioner Douleur Neuropathique en 4 Questions (DN4) digunakan untuk menilai resiko nyeri neuropati, diikuti dengan analisa data secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji dengan uji korelasi pearson’s, terdapat korelasi yang signifikan antara kejadian nyeri dan usia kehamilan (p= 0,000; r= 0,768). Temuan ini menunjukkan bahwa adanya potensi nyeri nosiseptif dan nyeri neuropati perifer pada ibu hamil berdasarkan usia kehamilan.
HUBUNGAN BERAT BADAN ANAK TERHADAP RESIKO NYERI NEUROPATI PERIFER PADA IBU AKIBAT LAMA MENGGENDONG DI POSYANDU KECAMATAN LOWOKWARU Musdhalifah, Ummu Kalsum; Marufa, Siti Ainun; Lubis, Zidni Imanurrohmah
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i2.14262

Abstract

Neuropati perifer merupakan suatu penyakit yang diakibatkan karena kerusakan yang terjadi pada saraf tepi. Kerusakan ini menyebabkan terganggunya proses pengiriman sinyal antara sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi, salah satu penyebab terjadinya neuropati perifer adalah kompresi saraf. Pada ibu yang menggendong anaknya terdapat pengerahan kekuatan dan gerakan berulang yang dapat menimbulkan cidera pada otot dan saraf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat badan anak terhadap resiko nyeri neuropati perifer pada ibu akibat lama menggendong di Posyandu Kecamatan Lowokwaru. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah populasi dan sampel pada penelitian ini adalah 38 orang ibu dengan aktivitas menggendong anak usia 0-36 bulan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur berupa kuisioner resiko nyeri neuropati dengan Douleur Neuropathique en 4 Questions (DN4) dan analisa data univariat serta bivariat. Berdasarkan hasil uji statistik dengan uji spearman ditemukan nilai sig 0,857 (PValue >0,05). Maka, H1 ditolak dan H0 diterima. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara berat badan anak terhadap nyeri neuropati perifer pada ibu akibat lama menggendong.
Hiperurisemia Berhubungan Terhadap Performa Fisik Pada Lansia Di Puskesmas Janti Kota Malang Hunain, Qorina Jaisy; Prastowo, Bayu; Marufa, Siti Ainun
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i11.15714

Abstract

Kadar asam urat tinggi atau disebut dengan hiperurisemia disebabkan kegagalan ginjal dalam mengontrol pembuangan asam urat. Hiperurisemia membentuk penimbunan kristal pada sendi sehingga menyebabkan rasa nyeri, bengkak serta kemerahan. Lansia cenderung mengalami masalah persendian seperti kaku dan nyeri sendi akibat dari hiperurisemia. Nyeri yang dirasakan pada lansia mengganggu aktivitas  sehari-hari dan performa fisik sehingga terjadi keterbatasan gerak.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hiperurisemia terhadap performa fisik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study untuk menganalisis kumpulan data variabel. Responden penelitian ini berjumlah 40 responden sesuai dengan kriteria  inklusi dan eksklusi. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur asam urat menggunakan GCU dengan strip uric acid, sedangkan pada performa fisik menggunakan Physical Performance Test (PPT). Penelitian ini menunjukkan nilai uji korelasi Spearman Rank menunjukkan hasil berupa angka negatif yakni -0,953 yang artinya bila kadar hiperurisemia meningkat maka performa  fisik menurun dan hasil dari penelitian ini termasuk dalam kategori sangat kuat sehingga penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara  hiperurisemia terhadap performa fisik pada lansia di Puskesmas Janti Kota Malang.
HUBUNGAN POSISI MENGGENDONG ANAK TERHADAP RESIKO NYERI NEUROPATI PERIFER PADA IBU AKIBAT LAMA MENGGENDONG DI POSYANDU KECAMATAN LOWOKWARU Dwi, Feviola; Marufa, Siti Ainun; Multazam, Ali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29184

Abstract

Saat menggendong, banyak kelompok otot yang tegang, terutama kelompok otot yang menopang tulang belakang yang berfungsi untuk menjaga postur, koordinasi, dan keseimbangan. Cara menggendong bayi meliputi posisi menggendong M-Shape (front carry) dan J-Shape (hip carry). Dampak menggendong dalam waktu yang lama menimbulkan keluhan nyeri dan sakit dibagian tubuh seperti bahu, punggung, pinggang dan kaki. Neuropati perifer dapat terjadi pada lokasi saraf yang mudah terkompresi akibat adanya tekanan karena inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara posisi menggendong anak dengan resiko terjadinya nyeri neuropatik pada ibu akibat lama menggendong. di Posyandu Kecamatan Lowokwaru. Metode yang digunakan adalah observasi analitik, menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian berlokasi di Posyandu Kecamatan Lowokwaru dengan sampel pada penelitian ini yaitu ibu dengan anak 0-36 bulan yang datang ke Posyandu Kecamatan Lowokwaru. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, didapatkan sebanyak 38 sampel. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner Douleur Neuropathique en 4 Question (DN4). Dengan menggunakan uji Chi-Square untuk menganalisa data yang telah didapatkan. Hasil penelitian ini yaitu total responden 38 ibu menggendong, hasil kuesioner DN4 yaitu 7 ibu mengalami nyeri neuropati sedangkan 31 ibu mengalami nyeri nosiseptif. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan Chi-Square nilai yang dihasilkan yaitu 0.445 (p value >0.05). Dari hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara posisi menggendong anak terhadap resiko nyeri neuropati pada ibu akibat lama menggendong. Tidak adanya hubungan diantara variabel yang kami teliti dimungkinkan karena terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi terjadinya kejadian neuropati perifer seperti berat badan, usia anak, dan lama menggendong.
PHYSICAL ACTIVITY AND POSTURAL STABILITY AMONG INDONESIAN CONSTRUCTION WORKERS: A PRELIMINARY STUDY Marufa, Siti Ainun; Rahmawati, Nurul Aini; Ramdini , Ega Halima; Putri, Firza Nadia
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 19 No. 1 (2024): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v19i1.2024.157-169

Abstract

Introduction: The higher workloads experienced by construction workers reflect the higher physical demands of construction work. Prolonged workloads are responsible for up to 60% of chronic fatigue, diseases, and injuries among construction workers. Individuals need to develop their balance to support physical activity in order to improve their quality of life. Abnormalities in the balance of construction workers is associated with an increased risk of falls. Aims: This preliminary study aims to assess the relationship between physical activity and postural stability among Indonesian construction workers. Methods: A total of 118 healthy male construction workers without health problems were recruited for this study. Their physical activity levels were measured using the Baecke questionnaire for work, sports, and leisure time, while their postural balance was assessed using the one-leg standing test. Results: This study found a significant difference between physical activity in sports and during leisure time compared to activity at work (F 2.234 = 149.3, p < 0.0001). In addition, this study found a weak correlation between physical activity at work and postural stability among construction workers (p = 0.006, r = -2,498). Conclusion: These preliminary findings indicated that construction workers had higher levels of physical activity at work. However, no correlation was found with postural stability. Further research is needed to investigate larger sample sizes with similar characteristics.