Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, Puskesmas Batulicin adalah salah satu puskesmas yang penggunaan kontrasepsi implant yang tidak mencapai target yaitu hanya 10,3% sedangkan target yang harus dicapai adalah 13%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, usia dan paritas terhadap penggunaan kontrasepsi implant di Wilayah Kerja Puskesmas Batulicin. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB aktif yang berjumlah 2.446 orang, dengan Teknik Simple Random Sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, usia dan paritas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penggunaan kontrasepsi implant. Pengumpulan dan menggunakan kuesioner. Data dianalisa menggunakan uji Chi Square dengan signifikansi α=0.05. Hasil penelitian menunjukkan jumlah akseptor KB aktif yang tidak menggunakan implant sebanyak 81 orang (84,4%). Responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 54 orang (56,3%). Responden yang memiliki usia 20-35 tahun sebanyak 67 orang (69,8%). Responden yang memiliki 1-2 anak 81 orang (84,4%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan metode kontrasepsi implant (p-value = 0,004 (< 0,05). Ada hubungan antara usia dengan penggunaan metode kontrasepsi implant (p-value = 0,03 (< 0,05). Ada hubungan antara paritas dengan penggunaan metode kontrasepsi implant (p- value = 0,03 (< 0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara pengetahuan, usia dan paritas terhadap penggunaan kontrasepsi implant. Disarankan bagi pelaksana program untuk memberikan pelayanan Kesehatan yang lebih ditujukan pada pemmberian informasi tentang metode kontrasepsi implant kepada Masyarakat khususnya yang merupakan sasaran KB.
Copyrights © 2025