Latar Belakang: Stunting merupakan penyakit karena malnutrisi yang masih banyak dialami oleh balita di Indonesia. Tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 16,1%, serta terdapat 2 Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Batulicin yang menjadi daerah lokus stunting 2024. Tujuan: untuk mengetahui hubungan kurang energi kronik dan anemia pada ibu hamil terhadap kejadian stunting pada balita di Puskesmas Batulicin tahun 2024. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian case control dengan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian adalah Ibu balita usia 0 sampai dengan 59 bulan. Jumlah sampel penelitian sebanyak 224 responden dengan perbandingan kasus dan kelompok kontrol 1:3. Tekhnik yang diambil adalah simpel random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Oktober tahun 2024. Data dianalisa dengan uji Chi-square. Alat ukur yang digunakan adalah buku register kohort. Penelitian ini telah mendapatkan keterangan layak etik dari KEPK Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dengan nomor 962/KEPK-PKB/2024. Hasil: didapatkan riwayat responden KEK memiliki anak stunting sebanyak 39 (69,6%), nilai p = 0,016 p < 0,05 artinya ada hubungan antara Ibu KEK dengan kejadian stunting. Hasil Penelitian riwayat responden ibu dengan anemia memiliki anak stunting sebanyak 48 (85,7%), nilai p = 0,047 p < 0,05 artinya ada hubungan antara Ibu Anemia dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batulicin Tahun 2024. Simpulan: Kurang energi kronis dan anemia pada ibu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak selama kehamilan dan saat anak dilahirkan.
Copyrights © 2025