Latar Belakang: Stunting adalah suatu kondisi dimana terjadi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Berdasarkan data SSGI (Survei Studi Gizi Indonesia) Kabupaten Tanah Bumbu angka prevelensi stunting di Tanah Bumbu, tahun 2021 yaitu 18,7%, pada tahun 2022 prevalansi turun menjadi 16,1% dan tahun 2023 prevelensi stunting tetap diangka 16,1% dan Puskesmas Batulicin tahun 2021 yaitu 3,91%, pada tahun 2022 yaitu 2,94%, pada tahun 2023 yaitu 3,48%, dan periode juni 2024 yaitu 1,84%.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan paritas dengan kejadian stunting pada balita umur 1-3 Tahun di Wilayah kerja Puskesmas Batulicin Tahun 2024. Metode: menggunakan desain survey analitik dengan rancangan cross-sectional terhadap 83 ibu balita usia 1-3 tahun di Puskesmas Batulicin melalui teknik accidental sampling dengan dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel Independen. Data dikumpulkan melalui kuesioner serta rekapitulasi data laporan bulanan kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat balita stunting yang signifikan antara Pengetahuan dengan kejadian stunting pada balita umur 1-3 tahun p-value = 0,000 0,05, sedangkan hasil penelitian antara paritas dengan kejadian stunting didapatkan nilai p-value = 0,000 0,05, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan Paritas dengan kejadian Stunting pada balita umur 1-3 tahun. Kesimpulan: Rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan paritas berisiko berkontribusi signifikan terhadap kejadian stunting. Maka, upaya edukasi gizi dan pengendalian jumlah anak penting dilakukan untuk menurunkan angka stunting.
Copyrights © 2025