Permasalahan lingkungan hidup saat ini menjadi isu utama yang memerlukan pendekatan holistik untuk penanggulangannya. Kerusakan alam akibat pembangunan, baik oleh pemerintah maupun sektor swasta, memperburuk kondisi ini, mengancam ekosistem dan kesejahteraan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif berbagai pihak (pemerintah, badan perwakilan, dan NGO) tentang urgensi penerapan laporan keuangan berkelanjutan sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu lingkungan menjadi tekanan besar bagi pemerintah, dengan dampak kerusakan yang tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam. Meskipun lingkungan diakui sebagai prioritas strategis, terdapat kesenjangan antara kesadaran pemerintah daerah dan implementasi kebijakan yang mendukung keberlanjutan. Laporan keuangan berkelanjutan, yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, diidentifikasi sebagai instrumen penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Namun, untuk menerapkanya masih menghadapi tantangan, seperti belum adanya regulasi regulasi yang jelas dan pemahaman yang terbatas tentang standar pelaporan. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan regulasi, kebijakan pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi multi-pihak agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak mengorbankan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial di masa depan.
Copyrights © 2024