Pasien dengan gangguan fungsi ginjal yang cukup banyak dan alat otomatis chemistry analyzer (Beckman Coulter AU480) yang baru digunakan sejak tahun 2023 di Rumah Sakit X Yogyakarta memerlukan evaluasi pelaksanaan quality control pemeriksaan kreatinin dan ureum agar dapat mengeluarkan hasil pemeriksaan yang akurat. Metode evaluasi quality control pemeriksaan kadar kreatinin dan ureum menggunakan grafik Levey-Jennings dan Six Sigma. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan yaitu data sekunder hasil quality control kadar kreatinin dan ureum bulan Oktober 2023-April 2024 menggunakan bahan kontrol Biorad Lyphocheck Assayed Chemistry Control level 1 (89731) dan 2 (89732) dengan alat Beckman Coulter AU480. Berdasarkan data QC dari Oktober 2023 hingga April 2024, masih ditemukan penyimpangan aturan pada grafik levey-jennings yang merupakan kriteria peringatan dan penolakan karena kesalahan acak dan sistematis. Hasil uji akurasi dan presisi quality control pemeriksaan kreatinin dan ureum tidak melebihi batas toleransi presisi (6% dan 8%) dan akurasi (5,5%). Nilai sigma untuk parameter kreatinin level 1 (baik) dan level 2 (kelas dunia) sementara untuk parameter ureum nilai sigma pada kedua level buruk. Prosedur QC yang disarankan untuk kreatinin melibatkan pengukuran pada 2 level kontrol sekali sehari, sedangkan untuk ureum memerlukan pengukuran empat kali sehari dengan aturan yang lebih ketat
Copyrights © 2024