Novel Leiden karya Dwi Nur Rahmawati memuat tokoh utama yang menghadapi banyak tekanan dan penderitaan dalam hidup yang mengakibatkan trauma. Oleh sebab itu, selain menjelaskan struktur fiksi, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi trauma berupa faktor penyebab trauma dan wujud trauma yang dialami oleh tokoh utama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra untuk menganalisis data secara mendalam. Sementara teori yang menjadi landasan penelitian adalah teori struktur fiksi dan teori Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V (DSM-V). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, analisis struktur fiksi berupa tokoh dan penokohan, serta alur pengaluran. Kedua, faktor penyebab trauma yang dialami oleh tokoh Rhea meliputi: 1) pengalaman traumatis, 2) perasaan kehilangan, 3) pelecehan seksual, 4) kekerasan, 5) lingkungan yang tidak aman, 6) ketidaknyamanan pada masa kecil. Ketiga, tokoh Rhea mengalami tiga gejala trauma meliputi: Gangguan Stres Akut (Acute Stress Disorder), Gangguan Stres Pasca-Trauma (Post-Traumatic Stress Disorder), dan Gangguan Penyesuaian (Adjustment Disorder). Tokoh utama menunjukkan gejala ASD seperti kecemasan ekstrem dan ingatan intrusif. Setelah itu gejala berkembang menjadi PTSD yang ditandai dengan mimpi buruk, perubahan negatif dalam kognisi dan suasana hati, serta peningkatan reaktivitas fisiologis. Selain itu, tokoh utama juga mengalami Gangguan Penyesuaian, yang terlihat dari kesulitan dalam beradaptasi dengan stresor baru yang timbul akibat peristiwa traumatis.Kata Kunci: kondisi trauma, DSM-V, psikologi sastra, kesehatan mental, novel Leiden
Copyrights © 2024