Industrialisasi dan kegiatan ekspor-impor telah menjadi bagian tak terpisahkan di era globalisasi, dengan profit-oriented sering menjadi fokus utama, mengabaikan aspek-aspek sosial yang lebih signifikan. Perdagangan internasional bertujuan menciptakan kesejahteraan sosial, meskipun penerapan kebijakannya, terutama sejak pembentukan WTO, kerap dipengaruhi oleh dominasi negara maju, mengurangi keadilan dalam perdagangan global. Perdagangan internasional melibatkan berbagai dinamika, termasuk faktor-faktor seperti inflasi, efektivitas pemerintahan, dan keterbukaan perdagangan, yang memengaruhi arus perdagangan dan ekonomi negara. Teori keunggulan komparatif menjelaskan pola ekspor dan impor berdasarkan efisiensi produksi. Kebijakan seperti tarif, kuota, dan pengelolaan nilai tukar berfungsi sebagai alat untuk melindungi pasar domestik sekaligus mengatasi risiko ekonomi. Dengan mengintegrasikan manfaat dan tantangan, perdagangan internasional menjadi kunci dalam membangun stabilitas dan kemakmuran ekonomi global.
Copyrights © 2024