Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk diperhatikan. Terapi inhalasi adalah pemberian obat secara langsung ke dalam saluran napas melalui penghisapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas uap air jahe terhadap gejala ispa pada balita di Desa Kemuningsari Lor. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Responen penelitian ini terdiri dari 12 balita yang mengalami gejala ISPA seperti batuk berdahak dan hidung tersumbat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksperimen dan desain penelitian one-group pretest-posttest. Populasi penelitian ini sebanyak 56 balita ISPA dengan pengambilan sampel 12 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis menggunakan uji statistik bivariat Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan frekuensi nafas dan kapasitas paru sebelum dan setelah intervensi yaitu 5,977 (p-value=0,000) dan -4,168 (p-value=0,002). Responden yang mengalami batuk berdahak dan hidung tersumbat mengalami penurunan dengan jumlah presentase 80% dan 77,7%. Kesimpulan terdapat efektifitas pemberian uap air jahe terhadap gejala ISPA pada balita di Desa Kemuningsari Lor.
Copyrights © 2024