Dalam artikel ini, kami melihat bagaimana pemikiran Hasan Hanafi digunakan untuk kemajuan sains dan teknologi, menekankan pada hubungan antara modernitas dan tradisi Islam. Hanafi menyarankan pendekatan antroposentris yang mengutamakan manusia untuk menghadapi tantangan inovasi dan globalisasi. Ia meminta umat Islam untuk menghidupkan kembali kekayaan intelektual Islam (turath) agar tetap relevan dengan tuntutan zaman. Dalam penelitian ini, literatur terkait pemikiran Hanafi dikumpulkan dan dianalisis. Proses ini mencakup pengumpulan data dari sumber-sumber ilmiah dan analisis multidimensi untuk memahami relevansi pemikiran Hanafi dalam bidang sains dan teknologi. Selain itu, penelitian ini menemukan masalah kontemporer seperti etika bioteknologi dan keadilan dalam penyebaran teknologi. Penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Islam seperti keadilan, kerjasama, dan humanisasi dapat berfungsi sebagai dasar untuk pengembangan teknologi yang stabil dan bertanggung jawab. Pemikiran Hanafi menawarkan perspektif penting untuk menjembatani tradisi Islam dan modernitas. Mereka juga menawarkan solusi untuk masalah yang dihadapi umat Islam saat mengejar kemajuan ilmiah. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat membantu membangun paradigma baru dengan menggunakan kemajuan sains dan teknologi untuk memperkuat aspek sosial dan spiritual masyarakat Muslim.
Copyrights © 2024