Permasalahan Bahasa daerah di berbagai daerah di Indonesia saat ini adalah menyangkut vitalitas atau kondisi kesehatannya. Budaya dan bahasa lokal dihadapkan pada berbagai ancaman globalisasi teknologi informasi. Tidak terkecuali Bahasa-bahasa daerah di Maluku utara. Maluku utara memiliki 32 bahasa daerah1 namun hampir kesemua Bahasa tersebut tidak lagi memiliki vitalitas yang stabil. Bahasa Ternate termasuk Bahasa yang dalam status mengkhawatirkan2. Hal ini sudah selayaknya diprediksi mengingat mobilitas akses teknologi informasi yang semakin gencar saat ini di samping adanya beberapa mega proyek strategi nasional yakni ekplorasi tambang di beberapa tempat serta adanya pengembangan pariwisata. Pulau Ternate sendiri sebagai daerah tutur Bahasa Ternate saat ini dihuni oleh berbagai macam penutur dengan latar belakang yang berbeda-beda. Implikasi dari pembauran antar etnik ini dapat terlihat pada hasil riset terbaru, di mana penutuir Bahasa Ternate saat ini hanyalah mereka yang berusia di atas 40 th. Oleh karenanya sudah selayaknya diupayakan strategi-strategi penyelamatan Bahasa Ternate sendiri dan bahasa-bahasa daerah di Maluku utara secara umum.
Copyrights © 2024