Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai hadis Rasulullah SAW tentang menjaga lisan dan tangan dalam konteks modern, khususnya di era digital. Fokus penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan sosial di Indonesia, seperti penyebaran ujaran kebencian, hoaks, dan konflik sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif, berdasarkan kajian literatur, data empiris, dan relevansi nilai-nilai lokal seperti gotong royong dan musyawarah mufakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital menjadi faktor utama dalam tingginya pelanggaran etika komunikasi di media sosial. Pendidikan etika komunikasi berbasis nilai Islam dan kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lisan dan tindakan. Di sisi lain, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengelola konten negatif, namun memerlukan sensitivitas terhadap konteks budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pendidikan, teknologi, dan nilai-nilai lokal dapat menjadi solusi untuk memperkuat harmoni sosial dan implementasi nilai-nilai hadis di era digital.
Copyrights © 2024