Pendidikan multikultural merupakan pendekatan penting dalam pengembangan karakter anak usia dini, yang mengedepankan penerimaan terhadap perbedaan budaya, etnis, dan nilai-nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi guru tentang pendidikan multikultural, serta bagaimana mereka menerapkan prinsip-prinsip kecerdasan budaya dan emosional dalam proses pembelajaran. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan wawancara mendalam PAUD An-Nur di berbagai lembaga pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru menyadari pentingnya pendidikan multikultural dan berusaha mengintegrasikannya dalam kurikulum. Guru menggambarkan kecerdasan emosional sebagai alat krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendorong anak untuk menghargai perbedaan dan menjalin hubungan antarsiswa secara harmonis. Temuan juga mencakup kendala yang dihadapi guru, seperti kurangnya pelatihan dan sumber daya untuk mendalami isu-isu multikultural. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya peningkatan pelatihan bagi guru dan pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap keberagaman budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan anak dengan multikultural.
Copyrights © 2024