Hadiah dan hukuman dalam pendidikan merupakan suatu alat pendidikan represif dan korektif yang menyenangkan, diberikan kepada anak didik yang memiliki prestasi tertentu dalam pendidikan, dengan pola pemberian hadiah yang tepat akan berdampak pada siswa yang memiliki kemajuan, termotivasi, dan memiliki tingkah laku yang baik sehingga dapat menjadi tauladan bagi teman-temannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan lama penelitian satu bulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa : Hadiah dan hukuman dalam perspektif pendidikan Islam diperbolehkan karena digunakan untuk memberikan perasaan senang dan teguran kepada anak didik. Perasaan senang yang muncul memungkinkan membuat gairah anak untuk lebih giat belajar dan meningkatkan prestasinya. Sedangkan hukuman merupakan salah satu bentuk dari kasih sayang kepada anak. Kalaupun pendidik menghukum, maka itu semata-mata untuk memperbaiki tingkah laku anak. Pola pemberian hadiah dan hukuman yang efektif untuk memotivasi belajar anak di sekolah masih relevan penggunaanya, untuk itu pendidik harus memperhatikan dan memahami pola yang baik sehingga memberi hukuman kepada anak didik tetap selaras dengan undang-undang yang berlaku saat ini yaitu undang-undang perlindungan anak. Ini artinya bahwa metode pemberian hadiah dan hukuman yang diguanakan guru selaras. Karena terkadang ada anak yang hanya bisa diperbaiki tingkah lakunya dengan menggunakan cara yang sedikit keras seperti hukuman. Dampak dari pola pemberian hadiah dan hukuman menurut pendidikan Islam positif diterapkan, efektifitasnya tergantung dari pola yang diterapkan pendidik dan dari sudut pandang evolusi banyak yang menghindari hukuman. Disisi lain, hadiah atau penghargaan akan memberikan efek yang positif sehingga anak merasa dihargai sehingga akan meningkatkan motivassi dalam belajarnya di kelas.
Copyrights © 2021