Siswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi lebih berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan yakin akan kemampuannya. Namun berdasarkan observasi dan wawancara, rasa percaya diri siswa terlihat sangat rendah. Padahal sebelumnya guru telah mencoba menerapkan model dalam proses pembelajaran. Hal ini juga terlihat ketika melakukan presentasi, rata-rata siswa masih kurang percaya diri saat mempresentasikan hasil disukusinya dan saling lempar ketika menanggapi pertanyaan dari teman-temannya. Model pembelajaran yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah model PBL (Problem Based Learning), yaitu model pembelajaran berbasis masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Skema Hopkins. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 6 Mataram. Tindakan yang dilakakukan adalah penerapan model PBL (Problem Based Learning) dan dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitaif dan kualitatif. Berdasarkan pembahasan di atas, penerapan model PBL (Problem Based Learning) dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan hasil pada siklus 1 sebesar 43% dengan kategori sedang dan pada siklus 2 sebesar 78% dengan kategori tinggi atau meningkat sebesar 11%.
Copyrights © 2024