Masalah gizi yang kompleks di Indonesia sering kali memengaruhi kesehatan dan produktivitas, terutama pada anak-anak dan pekerja dewasa yang kerap mengabaikan sarapan. Untuk mengatasi permasalahan ini, tim pengabdian Universitas Negeri Malang mengembangkan produk inovatif “NAPAL” (Nasi Kepal ala Indonesia) produk diversifikasi dari onigiri berbahan lokal, sebagai bekal sehat dan praktis. Program pengabdian ini melibatkan ibu-ibu PKK Desa Sumber Waras, Kecamatan Lawang, Malang. Metode pendekatan yang dilakukan pada pengabdian ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal. Pelatihan diadakan pada 15 Juni 2024 dengan peserta dari komunitas PKK. Kegiatan meliputi pelatihan produksi, teknik pengemasan, dan pemasaran “NAPAL” serta evaluasi kepuasan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa produk ini mendapat tanggapan positif; peserta merasakan manfaat dalam peningkatan keterampilan, wawasan gizi, serta potensi usaha kuliner berbasis bahan lokal. Sebanyak 80% peserta menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui wirausaha berbasis produk lokal. Program ini juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 2 tentang ketahanan pangan.
Copyrights © 2024