Kesenian cenang tigo adalah tradisi masyarakat kampung Aia Maruok, Nagari Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Metode yang digunakan dalan menciptakan musik komposisi karya Disauik Tingkah adalah pendekatan tradisi dengan intrumen canang, talempong, gandang katindiak, gandang tambua, gong, kecapi Payakumbuh, saluang, accordion. Tujuaan menciptakan karya ini adalah Menciptakan komposisi musik karawitan yang bersumber dari pola permainan manciek dan manduo dari kesenian cenang tigo, dan sebagai bentuk mengekspresikan diri, dalam bentuk kreativitas penciptaan musik karawitan. Cenang tigo menjadi sumber dalam penggarapan komposisi musik baru, yang memiliki pola permainan seprti pada pola manciek dangan manduo yang saling bersaut-sautan dan mancarak ini memiliki keunikan karena permainan yang bersifat bebas dan tidak terikat pada permainan manciek dan manduo tetapi masih dalam tempo yang sama. Cenang tigo terbagi atas tiga nada yaitu nada C, D, dan F. Manciek adalah permainan yang memiliki pola permainan dasar tetapi terdapat semacam pola paningkah yang disebut pola manigo (pola tiga). Manduo adalah permainan yang dimain sama seperti manciek tetapi tidak memakai pola minigo (pola tiga). Sedangkan mancarak adalah permainan pola peningkah antara permainan pola manciek dengan pola manduo. Kata Kunci: Canang Tigo; manciek; manduo; mancarak
Copyrights © 2024