Desa Sumberbrantas memliki potensi alam berupa bunga hortensia yang dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan inklusi ekonomi. Namun, pemanfaatan bunga hortensia hanya dilakukan oleh petani hortensia saja, sehingga pengelolaan produk florikultura lokal yang khas Desa Sumberbrantas masih terbatas. Program pengembangan produk florikultura hortensia berbasis influencer marketing di tengah era digitalisasi perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan hortensia. Upaya ini dilakukan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Sumberbrantas. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahap meliputi persiapan, sosialisasi pengabdian, pelatihan pengembangan produk hortensia, edukasi tentang peningkatan penjualan, dan penutupan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK di Desa Sumberbrantas tertarik untuk melanjutkan kewirausahaan dan mengembangkan potensi hortensia melalui influencer marketing. Beberapa di antara mereka bahkan sudah menghubungi tim pengabdian untuk belajar lebih mendalam tentang pemasaran dan membangun relasi bisnis guna mencari mitra usaha.
Copyrights © 2024