Fenomena pemanasan global yang terjadi saat ini diprediksi meningkatkan peluang terjadinya musim kemarau di masa yang akan datang. Salah satu penyebab terjadinya fenomena pemanasan global adalah meningkatnya konsentrasi gas rumas kaca di atmosfer. Salah satu jenis gas rumah kaca adalah CO2. Salah satu cara untuk mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi adalah dengan menanam pohon, misalnya pohon karet. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi serapan CO2 dan pembentukan biomassa tanaman dari beberapa klon karet. Klon tanaman karet yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas klon BPM 1 tahun tanam 1995 (perlakuan A), klon campuran tahun tanam 1996 (BPM 24, PB 260, dan GT1) (perlakuan B), dan klon IRR 39 tahun tanam 1997 (perlakuan C). Rumus allometri digunakan untuk penentuan biomassa tanaman berdasarkan lilit batang, sedangkan hasil lateksnya diketahui berdasarkan data yang tercatat pada kantor Kebun Produksi dan Percobaan Pusat Penelitian Karet selama satu siklus. Selain itu, kandungan karbon jaringan tanaman dan lateks didapatkan dengan cara merujuk pada penelitian terdahulu. Secara umum, jumlah CO2 yang dapat diserap oleh perkebunan karet tersebut adalah sekitar 21.945,93 kg/ha/tahun. Klon IRR 39 menyerap karbon dengan jumlah yang paling tinggi (24.195,46 kg/ha/tahun) dibandingkan dengan klon lain.
Copyrights © 2024