Tujuan penelitian adalah menemukan pola sintaksis, makna semantis, serta bentuk dan makna dialog ungkapan leta kepasa. Hal ini didasarkan pada dua konsep kajian Ekolinguistik, yakni lingkungan bahasa dan bahasa lingkungan. Data penelitian deskriptif kualitatif ini bersumber dari masyarakat Desa Lewoawang, Kabupaten Flores Timur. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan teknik rekam catat dan dianalisis dalam tiga tahap, yakni reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian adalah (1) penggunaan kalimat deklaratif dan imperatif, (2) terkandung makna semantis konotatif, (3) model dialog lingkungan TOPOS (ruang, waktu, tempat) melibatkan empat konstituen, yakni (S1) ketua adat (penutur); (s2) pemilik ladang (mitra tutur); (S3) pihak yang terlibat (konsumen); (O) ladang (objek), dan (4) dimensi praksis sosial yang melatarbelakangi lingkungan TOPOS, yakni dimensi ideologis (keyakinan total kepada Lera Wulan Tana Ekan dan kemampuan mempelajari iklim dan musim), sosiologis (keharmonisan hidup manusia, sesama dan ciptaan lainnya), dan biologis (tanah, air, udara yang memberikan kehidupan).
Copyrights © 2024