Masjid Cheng Hoo di Purbalingga, Jember, dan Surabaya merupakan contoh nyata dari perpaduan keberagaman budaya dan kearifan lokal dengan warisan budaya Tionghoa. Etnomatematika sebagai kajian yang mengintegrasikan matematika dan budaya menjadi pokok pembahasan dalam penelitian ini. Fokusnya adalah pada aspek-aspek etnomatematika yang tercermin dalam desain arsitektur, dan pola ornamen ketiga masjid tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui literatur, observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan adanya konsep etnomatematika yang unik dalam berbagai elemen masjid, seperti ornamen, pintu utama, kubah, ventilasi, dan ornamen atap. Penelitian ini menghasilkan pemahaman bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam warna, motif, dan ornamen antara Masjid Cheng Hoo Purbalingga, Jember, dan Surabaya, namun kesamaan dalam konsep matematika dan geometri mendasar menciptakan harmoni dalam desain arsitektur mereka.Kata kunci: Etnomatematika; Masjid Cheng Hoo; Desain Arsitektur, Kearifan Lokal
Copyrights © 2024