Terapis Wicara memiliki peran penting dalam membantu individu dengan gangguan komunikasi, sehingga nilai prososial seperti empati, kerjasama, dan etika menjadi fondasi utama dalam profesi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi nilai pada mahasiswa calon terapis wicara sebagai landasan dalam pengembangan karakter prososial. Menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan pengamatan terhadap mahasiswa diploma tiga Program Studi Terapi Wicara Politeknik Al-Islam Bandung. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai seperti empati, tanggung jawab, dan integritas mendominasi, menunjukkan kesiapan mereka untuk berpraktik secara profesional dengan kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan klien. Namun, internalisasi nilai-nilai tersebut masih menghadapi tantangan dalam praktik sehari-hari. Temuan ini memberikan dasar bagi pengembangan program pendidikan yang lebih efektif untuk memupuk nilai prososial, sementara penelitian lanjutan diperlukan untuk menggali faktor lain yang memengaruhi konstruksi nilai serta merancang intervensi yang lebih spesifik.
Copyrights © 2024