Pengendalian persediaan yang mendukung proses produksi merupakan aspek internal yang krusial bagi kelancaran operasional institusi pendidikan, terutama karena banyaknya mesin dan target produksi yang harus dipenuhi untuk menjawab permintaan konsumen. Insert tools adalah alat penting yang memastikan kelangsungan proses produksi yang menggunakan mesin CNC dan manual. Kerusakan dan kehabisan masa pakai alat ini bisa terjadi kapan saja, sehingga persediaannya harus selalu tersedia tepat waktu. Penelitian ini memberikan solusi atas masalah pengendalian persediaan di institusi tersebut. Dengan menerapkan metode EOQ, institusi dapat menentukan pembelian yang optimal untuk meminimalkan total biaya inventaris. Penerapan ROP dilakukan untuk menentukan jumlah persediaan yang tersisa untuk dapat dilakukan pemesanan kembali dengan memperhitungkan lead time sehingga selama barang pesanan belum datang stok masih aman. Selain itu, Klasifikasi ABC digunakan untuk menetapkan prioritas insert tools yang memerlukan perhatian lebih dalam pengendalian persediaannya. Hasil dari penelitian ini mencakup keputusan mengenai jumlah order quantity yang optimal dan ekonomis untuk berbagai insert tools, beserta jumlah safety stock dan reorder point. Dari hasil Klasifikasi ABC, sembilan insert tools dikategorikan menjadi: empat jenis insert tools kelas A, tiga jenis kelas B, dan dua jenis kelas C. Klasifikasi ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk menetapkan prioritas dalam pengamanan persediaan insert tools. Kata kunci: EOQ, ROP, klasifikasi ABC, kontrol persediaan
Copyrights © 2024