Di tengah tren pertumbuhan industri pariwisata, inklusivitas bagi penyandang disabilitas masih menjadi tantangan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesenjangan aksesibilitas komunikasi dan pelatihan keterampilan public speaking bagi individu difabel dalam industri pariwisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survey dan observasi partisipatif. Data dikumpulkan dari komunitas usaha sosial Difabike, yang bertujuan untuk memberdayakan individu difabel melalui pelatihan keterampilan public speaking dan penyediaan peluang kerja sebagai pengemudi kendaraan khusus difabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya untuk meningkatkan aksesibilitas fisik, tantangan terbesar masih berada pada aksesibilitas komunikasi dan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan difabel. Difabike terbukti efektif dalam mengidentifikasi hambatan-hambatan ini dan menawarkan solusi melalui program pelatihan yang terstruktur dan inklusif. Kesimpulannya, pelatihan public speaking bagi penyandang disabilitas mampu mendorong partisipasi aktif mereka. Program ini memiliki potensi untuk menciptakan industri pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan, di mana difabel dapat berperan aktif dalam berbagai aspek industri tersebut.
Copyrights © 2024