Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Exploring the Communication Process for Rural Community Development Wijaya Murti, Desideria Cempaka
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.939 KB)

Abstract

Abstract: Daerah pedesaan secara global memperlihatkan adanya keragaman dalam jumlah penduduk, struktur sosial, lokasi dan tujuan. Namun secara umum desa dilihat sebagai daerah miskin yang terkendala pelayanan bagi masyarakat (publik dan swasta). Setiap organisasi yang membantu pengembangan masyarakat desa menghadapi tantangan seperti cara pikir masyarakat, kepemilikan tanah, birokrasi pemerintahan lokal, pendidikan yang rendah dan sebagainya. Tulisan ini mengkaji arti penting proses interpretasi bagi suatu organisasi dalam mendefinisikan makna masyarakat bagi mereka dan peran penting penyesuaian bersama antara organisasi dan masyarakat dalam rangka mengelola pembangunan desa. Tulisan ini akan memaparkan konsep pembangunan desa yang dikembangkan melalui proyek ESSV (Energy Self Sufficient Village) di Indonesia.
The Global Aging America The Relationship of Active Aging, Citizenship, and Intercultural Communication Competence Wijaya Mukti, Desideria Cempaka
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 12, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v12i3.126

Abstract

Riset ini menginvestigasi pengaruh dan partisipasi dari para lansia aktif di Amerika dalam isu-isu global. Tujuanutama dari riset ini adalah untuk mengidentifikasi partisipasi, motivasi, dan kontribusi dari warga lansia/seniordalam isu global. Artikel ini dapat memberikan pengertian mengenai latar belakang individu yang membentukkonteks budaya untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berhubungan dengan isu global. Penelitian dilakukandengan in depth interview, kepada para lansia yang aktif di organisasi Osher Lifelong Program dan League ofWomen Voters, Fort Collins, Colorado, Amerika Serikat. Hasilnya, riset ini menemukan bahwa pengalaman yangdiperoleh selama mereka masih di usia produktif menjadi motivasi bagi mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatanmengenai isu global. Motivasi ini juga dipengaruhi oleh keuntungan dalam kegiatan mengenai isu globalyakni keuntungan individual seperti kebutuhan sosial dan pembelajaran. Peserta riset juga mengemukakan keuntunganbagi komunitas, seperti kepuasan berbagi dan mempengaruhi perspektif komunitas untuk mendiskusikanwacana global dan kontribusinya pada pilihan politik.
AM I POLITICAL ENOUGH?: PRAKTEK E-CITIZENSHIP OLEH PEMUDA YANG AKTIF DALAM OKP SECARA OFFLINE Murti, Desideria Cempaka Wijaya
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v14i3.114

Abstract

Aktualisasi partisipasi politik pada banyak negara memang terlihat wajar menggunakan media konvensional sebagai wujud keterlibatan setiap orang dalam memberi dukungan terhadap kegiatan politik. Tulisan ini, memberikan wacana terhadap media online sebagai wadah bagi partisipasi politik, khususnya para pemuda di Indonesia. Tulisan ini merupakan hasil penelitian dengan menggunakan metode penelitian diskusi atau Focus Group Discusion (FGD) dengan para peserta adalah pemuda dari organisasi kepemudaan. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana mereka berdiskusi dalam wadah organisasi pemuda ini, serta mengetahui dinamika hubungan organisasi ini dengan jaringan serta aktifitas online mereka. Untuk itu peneliti akan menggunakan jenis organisasi yang berbeda untuk melihat bagaimana sebuah komunitas sipil bergerak dalam politik via media online baik secara organisasi maupun individu. Penulis menggunakan metode sistematik deskriptif untuk melakukan interpretasi dan analisis data dari Tape recording dan transkrip oleh notulen.
Implementasi Integrated Place Brand Identity untuk Peningkatan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo Desideria Cempaka Wijaya Murti; Victoria Sundari Handoko; Antonius Bima Murti Wijaya; Emerald, Gabriel
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.73 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i5.6315

Abstract

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) terletak di wilayah Desa Purwoharjo merupakan kawasan yang memiliki beragam potensi seperti wisata alam, kebudayaan, maupun kuliner tradisional. Pandemi COVID-19 membawa dampak bagi produksi UMKM di Dewi Tinalah. Selain itu, pengelola UMKM masih kesulitan untuk melakukan pemasaran, branding, serta belum adanya alat untuk membantu manajemen penjualan produk. Tim Abdimas melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama penduduk untuk mengidentifikasi place brand identity yang diintegrasikan dengan teknologi Point of Sales dipilih sebagai langkah alternatif inovasi untuk menjawab permasalahan yang ada. Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan nilai jual produk UMKM dan sistem pembayaran cashless di Desa Wisata Tinalah. Kegiatan abdimas dengan melibatkan partisipasi pengelola desa wisata dan UMKM secara aktif diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan inovasi kreatif untuk pengembangan Desa Wisata Tinalah.
JOHN F. KENNEDY DAN AHOK: KODE-KODE RETORIKA PEMIMPIN PUBLIK AGAMA MINORITAS Desideria Cempaka Wijaya Murti
Millah: Journal of Religious Studies Vol. XIII, No. 1, Agustus 2013 Politik dan Agama dalam Bingkai Multikulturalisme
Publisher : Program Studi Ilmu Agama Islam Program Magister, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/millah.vol12.iss3.art3

Abstract

Individual identity in politics is not a trivial matter. Identity is a signifier of meaning attached to a group. A Chinese politician will have a different symbolic meaning to majority of Indonesian people that considered him as foreigner. A similar case also occurred in the United States thata president is not only a leader of state and commander in chief during the war, but also as a symbol and ambassador for the country and the people who choose him. So that, it is feared that a leader from the minority is not able to become a symbol for the identities of the majority. Similar to Indonesia, a leader is expected to become a symbol for religion, ethnic, and tribal majority in the electoral area. However, with the current political developments, politicians from minority groups will have an “angel helper” because of the democratic system that separates religious affairs and public interest as well as the idea of equality and tolerance among religions.
An Examination of Collective Memory of the Tsunami Disaster: A Comparative Study between Japan and Indonesia Murti, Desideria Cempaka Wijaya; Marta, Rustono Farady; Almuntarizi, Almuntarizi; Manalu, Tifani Dianisya
JURNAL KOMUNIKASI INDONESIA Vol. 12, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Japan and Indonesia, as two countries that are geographically vulnerable to tsunami disasters, have similarities in geography and culture. Analyzing disaster museums through the Inamura No Hi Museum in Japan and the Aceh Museum in Indonesia in communication, heritage, and cultural studies were conducted to show how museums' visual framework and experience are used to interpret post-disaster situations. This study aims to see how the Japanese and Indonesian disaster museums, closely related to visuals and local legends, convey information to educate the public about mitigation through the memory of the Tsunami disaster in the museum. This research is a comparative qualitative study with native ethnography as the method. This study analyzes three important theoretical aspects in establishing disaster memory through museums, and those are: information processing theory, disaster memory, and visual performing theory. In this study, there are three findings where the memory of the disaster is manifested in the Aceh museum and Inamura no hino Yakata: buildings, exhibitions, and audio-visual media.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN DESA WISATA TAMANMARTANI Putra, Tegar Satya; Yennie, Yennie; Murti, Desideria Cempaka Wijaya; Fauzi, Gilang Ahmad; Prihatno, Prihatno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 3 No 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v3i02.968

Abstract

Abstract: The development of tourism villages has become one of the government's strategies to improve the welfare of local communities and encourage economic growth. Tamanmartani Tourism Village, one of the tourism villages in Indonesia, has great potential to develop. However, the village also faces several challenges, such as a low level of cooperation, ineffective communication, lack of clean production application, and lack of understanding of social media and digital marketing. To overcome these challenges, three types of training were organized for stakeholders in Tamanmartani Tourism Village. This training is divided into three groups, namely service improvement, digital marketing, and management. The results of the training show that the participants have a high level of engagement and a good understanding of the material taught. This training also provides tangible benefits for Tamanmartani Tourism Village. To improve all aspects that have been learned, consistent actions and involvement of all relevant stakeholders are required. Abstrak: Pengembangan desa wisata telah menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Desa Wisata Tamanmartani, salah satu desa wisata di Indonesia, memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun, desa tersebut juga menghadapi beberapa tantangan, seperti rendahnya tingkat kerjasama, komunikasi yang tidak efektif, kurangnya penerapan produksi bersih, dan kurangnya pemahaman tentang media sosial dan pemasaran digital. Guna mengatasi tantangan tersebut, tigas jenis pelatihan diselenggarakan bagi para pemangku kepentingan di Desa Wisata Tamanmartani. Pelatihan ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu peningkatan pelayanan, pemasaran digital, dan manajemen. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi dan pemahaman yang baik terhadap materi yang diajarkan. Pelatihan ini juga memberikan manfaat nyata bagi Desa Wisata Tamanmartani. Untuk dapat meningkatkan seluruh aspek yang telah dipelajari, dibutuhkan tindakan yang konsisten dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan yang bersangkutan.
Peningkatan Digitalisasi Pariwisata di Wilayah Desa Purwoharjo, Kulon Progo Murti, Desideria Cempaka Wijaya; Kusumastuti, Zikrina Ratri; Handoko, Victoria Sundari; Wijaya, Antonius Bima Murti
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.273 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.5395

Abstract

Purwoharjo merupakan suatu kawasan desa yang terletak di daerah Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, Yogyakarta. Situasi pandemic COVID-19 membawa dampak bagi keberlanjutan pariwisata di kawasan Desa Purwoharjo. Penurunan jumlah pengunjung dalam dua tahun masa pandemic akibat dari kebijakan PKKM dan PSBB mendorong Wisata Desa Purwoharjo untuk beradaptasi. Pandemi merupakan suatu permasalahan fenomena alam yang perlu dihadapi dengan pendekatan yang adaptif antara manusia dan alam. Melalui empat komponen dalam pendekatan human and ecological well-being, digitalisasi dipilih sebagai langkah alternatif inovasi dari permaslaahan yang ada. Yang mana digitalisasi ini dapat bermanfaat bagi upaya peningkatan nilai produk wisata Desa Purwoharjo dan mempertahankan pariwisata setempat sebagai ecosystem service. Pada proses ini berupaya menggabungkan ide dan pemikiran dari masyarakat pengelola wisata dan kelompok diluar pengelola untuk menciptakan inovasi serta meningkatkan nilai produk wisata setempat. Dengan metode Community-based Tourism (CBT) yang diguakan melibatkan kelompok pengelola desa wisata secara aktif dan juga kelompok lain sebagai fasilitator diharapkan dapat memberikan wawasan dan berinovasi bersama untuk pengembangan desa wisata Purwoharjo. Dengan proses fasilitator pelatihan digitalisasi dengan kelompok- kelompok di luar pengelola wisata.
"Creating Shared Values "Ambarrukmo Agridaya" Melalui Model Bisnis Agrowisata Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat" Desideria Cempaka Wijaya Murti; Tegar Satya Putra; Gilang Ahmad Fauzi; Prihatno; Rafaella, Ancilla Ayu
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i1.8253

Abstract

Wilayah Yogyakarta dikenal akan potensi agrowisatanya yang besar namun belum tergali secara optimal. Ambarrukmo Group melihat kesempatan ini untuk mengaplikasikan konsep Creating Shared Value (CSV), dimana pengembangan agrowisata dijalankan secara kolektif dengan kemitraan publik dan swasta. Melalui kerja sama dengan akademisi, grup ini berupaya menerapkan hasil riset ke dalam strategi bisnis dan pengembangan program yang berkelanjutan. Ambarrukmo, dengan empat unit bisnis strategisnya, menargetkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan pemberdayaan UMKM melalui inisiatif wisata dan akomodasi. Ambisi ini mencakup pembangunan model bisnis berbasis CSV yang berdampak lingkungan dan sosial, membedakan diri dari CSR yang hanya mengejar peningkatan reputasi perusahaan. Analisis agrowisata dan agribisnis di Yogyakarta menjadi fondasi untuk memahami dan memanfaatkan potensi sektor ini. Pengembangan lebih lanjut melibatkan pemilihan lokasi strategis dan kerja sama erat dengan pemangku kepentingan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat. Proyek pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi referensi dalam pembuatan model bisnis agrowisata yang berkelanjutan. Melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan universitas dan industri, inisiatif ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta. Masyarakat lokal diuntungkan melalui pengembangan bisnis, peningkatan kualitas produksi, serta pengintegrasian strategi CSV untuk pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pelatihan Storytelling (Storynomics) untuk Tour Guiding Pegawai Yayasan Kristen untuk Umum (YAKKUM) Putra, Tegar Satya; Wijaya Murti, Desideria Cempaka
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i5.9707

Abstract

Industri pariwisata memiliki potensi yang signifikan untuk inklusivitas, menawarkan kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk menjadi partisipan aktif. Storytelling adalah keterampilan penting bagi pemandu wisata, yang memungkinkan mereka untuk secara efektif melibatkan dan mengedukasi wisatawan. Bagi para penyandang disabilitas, menguasai keterampilan storytelling dapat membuka pintu menuju karir mandiri di bidang pariwisata, mempromosikan kemandirian dan inklusi sosial. YAKKUM (Yayasan Kristen untuk Umum) adalah organisasi terkemuka di Indonesia yang berdedikasi untuk meningkatkan kehidupan para penyandang disabilitas. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan program pelatihan storytelling yang komprehensif bagi karyawan YAKKUM, membekali mereka dengan teknik-teknik yang diperlukan untuk menjadi pemandu wisata yang mahir. Program pelatihan ini mencakup orientasi, teknik storytelling dasar dan lanjutan, sesi storytelling praktis, dan pelatihan lapangan, yang didukung oleh permainan peran dan diskusi kelompok. Evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan storytelling dan kepercayaan diri para peserta, yang mengarah pada peningkatan kesempatan kerja dan kemandirian finansial. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen YAKKUM untuk menciptakan peluang yang inklusif dan mendorong partisipasi aktif penyandang disabilitas di sektor pariwisata.