Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemahaman keluarga muda Katolik mengenai tujuan perkawinan berdasarkan Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1055 dan bagaimana mereka mengimplemeentasikan ajaran Gereja dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fenomenologi, yang berfokus pada pengalaman dan persepsi pasangan muda Katolik yang baru menikah atau memiliki anak kecil. Temuan penelitian menunjukan bahwa meskipun keluarga muda Katolik umumnya memahami dua tujuan utama perkawinan, kesejahteraan suami istri dan kelahiran serta pendidikan anak-anak tantangan signifikan muncul dan penerapannya, terutama terkait dengan kesibukan kerja, tekanan ekonomi, dan perbedaan harapan antara pasangan. Gereja, melalui program pendidikan agama dan bimbingan pastoral, memainkan peran penting dalam mendukung pasangan muda untuk memahami dan mengimplementasikan ajaran Gereja dalam kehidupan mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peran gereja dalam menyediakan dukungan berkelanjutan untuk pasangan muda, baik dalam bentuk pendidikan agama, konseling keluarga, maupun program paca-nikah yang sesuai dengan tentangan kehidupan modern.
Copyrights © 2024