Penelitian ini mengkaji interaksi sosial di antara anak-anak Panti Asuhan Parapattan, Jakarta Timur, yang memiliki keragaman suku dan budaya. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, observasi dilakukan terhadap 40 anak yang berpartisipasi dalam seminar dan kegiatan bakti sosial terkait persatuan dalam keberagaman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa meskipun anak-anak berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka berhasil membangun lingkungan yang saling menghormati dan mendukung. Pendidikan mengenai keberagaman serta kesempatan untuk berbagi pengalaman terbukti memperkuat keterampilan sosial seperti empati dan kerja sama. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga lain dalam mengelola keberagaman secara inklusif dan positif.
Copyrights © 2024