Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menilai kualitas pelayanan publik di Unit Pelayanan Pusat Karantina Ikan dan Tumbuhan Hewan Papua di Biak, dan 2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kualitas layanan di unit yang sama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumen resmi untuk menggambarkan realitas empiris di balik fenomena yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan secara keseluruhan positif berdasarkan lima dimensi: Keberwujudan, Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan, dan Empati. Namun, daya tanggap terhadap keluhan pengguna kurang optimal, sebagian disebabkan oleh penempatan kotak saran yang kurang strategis dan kurangnya formulir umpan balik. Hambatan terhadap kualitas layanan termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, yang diperburuk oleh keterbatasan anggaran, sehingga kesadaran publik tentang layanan karantina masih rendah
Copyrights © 2024