Seri FilsafatTeologi Widya Sasana
Vol. 34 No. 33 (2024)

Tertawa sebagai anugerah: Memaknai Hidup Personal dan Mewujudkan Gereja yang Gembira

Iswandir, Lorentius (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Oct 2025

Abstract

Ada ungkapan: Dunia saat ini tidak baik-baik saja. Perang dan bencana massal ataupun persoalan dan pergulatan hidup personal membawa dampak bagi manusia ke dalam masa yang suram, penuh derita dan kecemasan. Untuk membantu manusia dalam menghadapi situasi ini, Gereja dipanggil seturut perutusannya, untuk mewartakan kabar gembira, Injil (euangelion [yun.]). Pertanyaannya ialah bagaimana Gereja bisa mewujudkan panggilan dan perutusannya dengan menghadirkan wajah yang gembira dan berpengharapan. Tulisan tentang tertawa sebagai anugerah bertujuan untuk memberi paradigma dan kesadaran kembali akan panggilan dan perutusan Gereja. Penulis menggunakan metode kualitatif dari studi Pustaka dengan gabungan metode fenomenologis dan teologi sistematis. Diawali dengan mengambil contoh fenomen pengalaman hidup personal dan dilanjutkan dengan melihat makna tertawa dalam Kitab Suci dan Tradisi dalam hubungannya dengan hakikat perutusan Gereja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tertawa, senyum dan humor dimungkinkan untuk menjadi tampilan wajah Gereja dalam mewujudkan perutusannya sebagai pewarta kabar gembira

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

serifilsafat

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Seri Filsafat Teologi Widya Sasana focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturation of theology in ...